Semua orang mempunyai keyakinan di dalam diri masing masing bahwa, “Jika saya tidak merubah diri sendiri maka hidup saya pun tidak akan berubah dan saya tidak akan merubah apapun dan siapapun”. Tetapi kita sering takut untuk melakukannya. Justru perasaan takut yang memasuki berbagai aspek dari diri kita itulah yang membuat kita tidak bersemangat, dapat menghancurkan hubungan, menjauhkan kita dalam mencapai impian. Kita takut terhadap diri sendiri. Kita takut terhadap segala pikiran dan perasaan yang sering kita tekan. Jika kita terus mengamati hal hal yang ada di dalam diri kita, kita akan menemukan sesuatu yang kita takuti untuk menjumpainya dan apalagi harus hidup bersamanya.. Kita menjadi dongkol, sering berkeluh kesah, dan juga menjadikan diri lebih emosional. Hal hal semacam ini, kebanyakan dari kita dapat dilihat melalui renungan.
Kita selalu menempatkannya ke dunia,termasuk keluarga dan teman teman. Ketakukan kita yang begitu dalam dan terasa sangat mengerikan, sangat memungkinkan kita untuk menyembunyikannya. Dengan menjadi pembohong yang membohongi diri sendiri, orang lain, keluarga, bahkan dunia. Segala kebohongan yang selalu kita pertahankan sehingga menjadi cerita tersendiri yang terasa hidup. Untuk hal demikian, kita pun selalu berusaha untuk menunjukkan kelebihan, menutup segala kekurangan, dan berjuang menyingkirkan bagian-bagian yang tidak bisa diterima oleh siapapun juga. Kita menjadi tidak mengacuhkan segala pembicaraan yang masuk ke dalam telinga, segala yang terlihat oleh mata dan cenderung untuk tidak mempedulikannya bahkan untuk merangkulnya sekalipun. Keinginan untuk merubah menjadi lebih baik, tetapi tidak peduli akan segala kekurangan kita. Kalau kita mau berubah maka kita harus terlebih dahulu mengetahui apa yang harus dirubah. Jika kita ingin orang lain berubah menjadi lebih baik,maka perbaikilah dulu diri kita sendiri.
Ketika kita mengetahui sisi negatif dari diri kita,kenapa kita tidak pernah menganggap bahwa itu ada. Maka miliki juga keberanian untuk mencari segala kekurangan kita. Tidak habis pikir bagi diri kita untuk merangkulnya dan memperhatikannya. Padahal dari sifat transparansi dan pengakuan itulah yang sangat dibutuhkan bagi diri kita. Dari sifat pengakuan kita terhadap sisi negatif tersebut, kita menjadi bisa untuk menerima diri kita dan orang lain apa adanya. Diri kita tidak lagi di bayang-bayangi rasa tertekan dan ketakutan. Hidup menjadi terasa tenang dan juga nyaman dari semua rasa ketakutan yang pernah anda miliki. Dan sadari semua itu adalah nikmat yang semestinya kita selalu syukuri…